G-FB9G7RXBHF Rapat Pembahasan Pembuatan DED Pembangunan Pusat Pertokoan Pasar Lokitasari - DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KOTA DENPASAR
Menu

Rapat Pembahasan Pembuatan DED Pembangunan Pusat Pertokoan Pasar Lokitasari

  • Jumat, 04 Desember 2009
  • 2572x Dilihat
Rapat Pembahasan Pembuatan DED Pembangunan Pusat Pertokoan Pasar Lokitasari dipimpin oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Bangunan Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar. Dihadiri oleh : instansi pemerintah kota Denpasar yang terkait, Tim Ahli Bangunan Kota Denpasar (TABG), dan pihak konsultan. Rapat sosialisasi ini merupakan rapat lanjutan dari rapat sebelumnya pada tanggal 18 November 2009 yang diadakan di tempat yang sama Lokasi kawasan yang akan direnovasi ini ada di satu area dengan Gedung Bioskop Wisata 21 Jalan Thamrin Denpasar. Kondisi yang ada (eksisting) saat ini di Kawasan Pasar Lokitasari yaitu : jumlah warung kecil di belakang 9 unit, jumlah los pada Lantai I 33 Unit yang buka 7 Unit dan tutup 26 Unit, jumlah kios pada Lantai I 16 Unit yang buka 5 Unit dan tutup 11 Unit, untuk lahan parkir yakni parkir motor di depan (sebelah timur gedung) dan belakang (sebelah barat gedung), dan parkir mobil di samping jalan sebelah utara dan timur. Luas Site = 3.150 m2 dengan Luas Lantai I = 1.575 m2. Eksisting Lantai II jumlah los 56 Unit yang buka 7 Unit dan tutup 49 Unit. Kondisi Eksisting lantai III yaitu ruang theatre dengan kapasitas : Theatre 1 = 158 Kursi, Theatre 2 = 119 Kursi, Theatre 3 = 112 Kursi, Theatre 4 = 112 Kursi, dan Theatre 5 = 119 Kursi. Ruang Theatre 5 kondisinya tidak terpakai karena kerusakan mesin. Kondisi Eksisting Lantai IV yaitu ruang adminitrasi pasar lokitasari dan ruang operator. Rencana penataan Pasar Lokitasari hanya meliputi Lantai I dan Lantai II. Lantai I akan digunakan sebagai parkir dimana dibagian halaman gedung akan digunakan parkir sepeda motor dengan kapasitas 100 Unit dan mobil 16 Unit. Untuk Lantai I dalam gedung akan digunakan untuk parkir sepeda motor berkapasitas 94 Unit dan mobil 34 Unit. Direncanakan juga areal parkir akan ditinggikan agar tidak tenggelam bila ada hujan/banjir. 3 alternatif fungsi bangunan Lokitasari dari hasil pertemuan dengan DPRD tempo hari kemaren yaitu pertama digunakan untuk pasar oleh-oleh tradisional khas Bali, kedua digunakan sebagai pusat aneka elektronik, dan alternatif ketiga digunakan sebagai pusat perdagangan grosir. Latar belakang penataan Pusat Pertokoan Pasar Lokitasari, pertama Kota Denpasar sebagai representasi wadah aktivitas berbagai aktivitas kehidupan masyarakat adalah juga menjadi refleksi sebuah peradaban jaman. Kedua, oleh karenanya wajar sebuah kota selalu dievaluasi dalam perioda-perioda tertentu agar mampu memberikan dukungan sebagai wadah berbagai aktifitas kegiatan yang memadai bagi masyarakat mengingat perkembangan dan pertumbuhan penduduk, ekonomi, teknologi yang menuntut berbagai kebutuhan sarana dan prasarana. Ketiga, Kota Denpasar yang sedemikian adanya menjadi ibu kota pemerintah kota juga bertepatan sebagai ibu kota provinsi yang sudah pasti sarat dengan berbagai aktivitas yang sesuai dengan ketentuan perlu dilakukan peninjauan dan pengkajian secara periodik untuk dibenahi agar mempunyai daya dukung yang memadai dari kebutuhan. Maksud dan tujuan penataan Pusat Pertokoan Pasar Lokitasari antara lain pertama, mengkaji dan menata ulang terhadap lokasi, daya dukung fasilitas gedung, management penataan, penampilan gedung, penataan berwawasan lingkungan. Kedua, untuk dapat menjadi daya tarik konsumen , meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan kenyamanan dan kemanan pengunjung dan disekitarnya. Ketiga, menjadikan lokasi Lokitasari mempunyai daya tarik yang lebih representatif. Kondisi existing fisik Lokitasari yaitu penampilan bangunan sebagai pusat pertokoan perlu dibenahi (memerlukan dana yang besar). Fasilitas parkir sangat minim, sebagai pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Dan lokasi sangat strategis harus dapat menunjang kenyamanan lingkungan sekitarnya. Sedangkan kondisi existing non fisik yaitu pertama, pengaturan managemen sangat perlu diadakan perubahan agar lokasi ini menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat. Kedua, perlu dilakukan terobosan pengelolaan manejement agar lokasi ini menjadi ikon berbelanja masyarakat. Konsep renovasi Pasar Lokitasari ini yaitu konsep bangunan agar menampilkan budaya setempat dan tidak hanya jadi tempat berbelanja dan hiburan agar juga melestarikan lingkungan sekitarnya. Selain itu harus selaras dengan fungsi, sirkulasi mengikuti dinamika pemakai sehingga mendukung pengembangan kawasan heritage Jalan Gajah Mada dan sekitarnya, kontekstual antara masa bangunan dan lingkungan sekitar. Potensi-potensi Lokitasari meliputi potensi lokasi, potensi masyarakat, dan potensi lahan untuk pengembangannya. Potensi lokal, Pusat Pertokoan Lokitasari yang terletak di Jalan Thamrin sampai saat ini masih tetap dipertahankan sebagai tempat pertokoan dan hiburan bagi masyarakat pada umumnya. Potensi masyarakat, masyarakat mendukung rencana pemerintah untuk merehabilitasi Pusat Pertokoan Lokitasari menjadi lebih representatif sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan kedepan (nyaman dan lestari). Potensi lahan untuk pengembangannya, Pusat Pertokoan Lokitasari dapat dioptimalkan dengan terobosan management, menata fasilitas kebutuhan, merenovasi tampilan gedung lebih berwawasan lingkungan. Dalam rapat kali ini PD Pasar Kota Denpasar memberikan masukan agar ketinggian lantai 1 ditinjau lagi sehingga tidak kebanjiran ketika musim hujan, termasuk mengkaji aliran air ketika hujan, dan menyediakan tempat penampungan sampah sementara. Selain itu, PD Pasar Kota Denpasar memberikan informasi bahwa bioskop cineplex21 belum bisa dipastikan keberadaannya sampai kapan ada di Lokitasari. Sejak serah terima aser dari Pemda Badung ke Pemkot Denpasar dimana untuk pengelolaan Lokitasari diserahkan ke PD Pasar Kota Denpasar maka untuk kedepan agar ditinjau kembali sewa tempat yang dikenakan kepada pedagang sehingga bisa menutupi biaya perawatan, penyusutan, termasuk biaya investasi. Arsitektur tempelan bangunan agar dipertimbangkan lebih lanjut antara lain agar tidak terlalu banyak tempelan asesoris sehingga tidak susah untuk merawatnya dikemudian hari seperti yang terjadi pada kasus-kasus beberapa pasar yang dikelola oleh PD Pasar Kota Denpasar dimana tempelannya berlumut karena pengaruh cuaca. Untuk keamanan CCTV dipandang belum perlu. Masukan dari PD Parkir agar sistem parkir dipertimbangkan lagi misalnya dengan sistem parkir berbayar per jam hal ini untuk menghindari adanya pengguna parkir yang ilegal (tidak membayar) ataupun warga sekitar yang menumpang parkir kendaraannya di Lokitasari. Masukan lainnya agar sebaiknya dilakukan penataan secara menyeluruh 1 titik sehingga memungkinkan suatu kawasan dijadikan kawasan pelestarian lingkungan, arsitektur, dan budaya Bali misalnya dengan adanya tim yang mengukur batasan umur bangunan. Terkait dengan partisipasi masyarakat agar dibuatkan alternatif tangga untuk antisipasi bila terjadi bencana dan keberadaan tangga yang dibelakang (di sebelah barat) agar dihilangkan agar tidak mengganggu peruamahn warga yang ada di barat Lokitasari. Masukan dari Tim ABG agar koridor di depan ditiadakan dan orientasi pengunjung dibawa masuk kedalam agar tercipta kerapian penataan bangunan dan mencegah agar toko-toko yang ada di dalam tidak mati (dapat berjualan). Selain itu, menghindari agar pedagang tidak berdagang di luar. Masukan lainnya agar tidak semrawut, bagian indoor maupun outdor bangunan agar ditata sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi nilai arsitekturnya.