G-FB9G7RXBHF Pengecekan lokasi Kawasan Kumuh di Jl. SMA 3, Gg. VI, Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja; Jl. Nusa Indah, Gg. XIIIa No.6, Gg. XX, Gg. XXI, Kelurahan Sumerta; Jl. Merdeka II dan III, dan Jl. Badak Agung VII dan VIII, Desa Sumerta Kelod; dan Jl. Jayagiri XXII, De - DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KOTA DENPASAR
Menu

Pengecekan lokasi Kawasan Kumuh di Jl. SMA 3, Gg. VI, Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja; Jl. Nusa Indah, Gg. XIIIa No.6, Gg. XX, Gg. XXI, Kelurahan Sumerta; Jl. Merdeka II dan III, dan Jl. Badak Agung VII dan VIII, Desa Sumerta Kelod; dan Jl. Jayagiri XXII, De

  • Rabu, 04 April 2018
  • 1735x Dilihat

Pengecekan lokasi Kawasan Kumuh untuk mengetahui luasan dan kondisi riil kekumuhan di Jl. SMA 3, Gg. VI, Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja; Jl. Nusa Indah, Gg. XIIIa No.6, Gg. XX, Gg. XXI, Kelurahan Sumerta; Jl. Merdeka II dan III, dan Jl. Badak Agung VII dan VIII, Desa Sumerta Kelod; dan Jl. Jayagiri XXII, Desa Sumerta Kauh.

  • Jl. SMA 3, Gg. VI, Br. Lebah, Desa Sumerta Kaja :
    1. Pada kawasan kumuh ini terdapat beberapa titik kumuh yang terbangun di lahan milik warga setempat yang disewakan kepada warga pendatang baik dari daerah Bali maupun dari luar Bali.
    2. Bangunan pada kawasan ini sebagian besar dibangun secara semi permanen dengan tembok kombinasi dengan bahan seng, triplek dan batako dan penutup atap sebagian besar menggunakan seng
    3. Lingkungan ini tidak memiliki saluran got. Kondisi jalan lingkungan telah terpaving, Air pembuangan rumah tangga langsung disalurkan ke bak resapan. Sedangkan untuk pembuangan kamar mandi, setiap rumah telah memiliki septic tank sederhana.
    4. Sumber air berasal dari sumur yang digunakan secara bersama-sama.
    5. Akses untuk pemadam kebakaran sangat sulit karena kondisi lingkungan jauh dari jalan utama, hanya berupa gang kecil yang bisa dilalui oleh satu buah sepeda motor.

 

  • Jl. Nusa Indah, Gg. XIIIa No.6, Gg. XX, Gg. XXI, Kelurahan Sumerta:
    1. Permukiman di Jl. Nusa Indah Gg. XIIIa No. 6 dibangun di atas tanah sewa, terlihat sangat asri dan tertata rapi. Kondisi bangunan dibuat permanen dengan bahan dari batako, gedeg, seng, dan asbes. Aliran sungai dibelakang kawasan ini pun terlihat terawat dengan baik. Kawasan ini tidak dilengkapi dengan saluran got dan masih berupa jalan tanah. Saluran pembuangan warga berupa pipa-pipa yang dialirkan ke sungai, sedangkan untuk limbah kamar mandi, warga telah memiliki septic tank masing-masing..
    2. Untuk permukiman pada Gg. XXI terlihat kurang terawat dengan baik, serta aliran sungai yang berada dibelakangnya pun masih banyak terdapat sampah. Permukiman ini tidak semua dilengkapi dengan saluran pembuangan berupa got, namun setiap rumah telah memiliki septic tank. Sumber air bersih juga berasal dari sumur yang digunakan secara bersama-sama. Bangunan pada wilayah ini dibangun permanen dengan kombinasi bahan berupa batako, gedeg, seng dan asbes. Penutup atap juga ada yang menggunakan genteng, asbes dan seng.
    3. Permukiman kumuh pada Gg. XX kondisinya hampir sama dengan Gg. XXI, tapi hanya tersisa beberapa unit saja yang kondisinya masih kurang layak.

 

  • Jl. Merdeka II dan III, dan Jl. Badak Agung VII dan VIII, Desa Sumerta Kelod:
    1. Kawasan kumuh di Jl. Merdeka II dan III telah hilang karena telah dibongkar oleh pemilik lahan.
    2. Kawasan kumuh di Jl. Badak Agung VII dan VIII, kondisi lingkungannya cukup padat dengan bangunan saling berhimpitan satu sama lain dan dihubungkan oleh gang-gang kecil.
    3. Bangunan dibangun secara permanen diatas tanah yang disewa.Sebagian besar atap bangunan menggunakan seng dan asbes, namun ada pula beberapa rumah yang telah menggunakan atap genteng.
    4. Saluran drainase pada kawasan ini kurang dijaga baik oleh warga sebab banyak sampah di saluran tersebut. Sumber air bersih berasal dari air PDAM.
    5. Gang yang digunakan sebagai jalur sirkulasi warga dibuat berkisar 80-100 cm dengan kondisi telah dibeton dan dilengkapi dengan saluran pembuangan seadanya.

 

  • Jl. Jayagiri XXII, Desa Sumerta Kauh :
    1. Kawasan kumuh di Jl. Jayagiri hanya tersisa pada bagian belakang dari Jl. Jayagiri XXII yang berbatasan dengan parit. Kawasan kumuh ini hanya berupa satu blok rumah kos dan beberapa unit rumah tinggal sederhana saja yang dibangun disepanjang aliran air parit.
    2. Kondisi kawasan ini cukup bersih dan tertata dengan baik, walaupun ada beberapa saluran pembuangan dibuat dengan seadanya. Serta hanya penempatan jemuran serta penataan parkir kendaraan yang kurang baik, sehingga memberi kesan tidak teratur.
    3. Bangunan sudah dibuat secara permanen dengan penutup atap berupa genteng dan asbes. Jalan lingkungan sudah terpaving dengan baik, dan jalan menuju hunian pun telah terbeton dengan kuat.
    4. Sumber air bersih sudah terpenuhi dengan baik dan disetiap bangunan telah dilengkapi dengan kamar mandi yang telah tersambung ke septic tank secara komunal.