KONFERENSI NASIONAL SMART GREEN CITY PLANNING 2010
Konferensi Nasional Smart Green City Planning dalam rangka hari Tata Ruang yang berlangsung di Werdha Pura Sanur disamping dihadiri pejabat dari lingkungan Kementrian PU RI, walikota seluruh Indonesia, juga tampak hadir Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (8/11).
Menteri PU RI, Djoko Kirmanto dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Menteri Dr. Ir A Hermanto Dardah M.Sc mengatakan Konferensi yang dilaksanakan kali ini guna merumuskan arahan pengembangan kota masa depan melalui pendekatan Smart Green City Planning. Permasalahan perkotaan sangat luas dan tidak terbatas pada hal-hal yang terkait lingkungan, tapi mencakup aspek sosial dan ekonomi. Seiring dengan kecenderungan yang terjadi di Dunia, Indonesia mengalami proses urbanisasi dimana semakin banyak penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan sejalan dengan pertumbuhan ekonominya. Saat ini kawasan perkotaan di Indonesia menghadapi persoalan demografi seperti migrasi penduduk yang terus meningkat populasi, segregasi sosial dan kemiskinan. Tantangan kedepan menurut Menteri Djoko Kirmanto yang harus dihadapi adalah mengarahkan pembangunan perkotaan yang dapat menyejahterakan masyarakat. Baik masyarakat yang tingal dan bekerja didalamnya maupun masyarakat di wilayah sekitar. Hal ini mengandung penertian bahwa pembangunan perkotaan harus benar-benar menjadi dorongan bagi perkembangan kawasan sekitarnya bukan sebaliknya yaitu memberikan tekanan, menguras sumber daya alam atau memiskinkan kawasan sekitarnya. Dengan demikian pembangunan perkotaan dapat meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan kehidupan masyarakat serta menjamin adanya pembangunan yang berkelanjutan. Perwujudan pembangunan perkotaan berkelanjutan merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan.
Sementara ketua panitia penyelenggara Ir. Joessair Lubis mengatakan maksud dan tujuan diselenggarakannya konferensi ini untuk menyikapi isu globalisasi yang berkembang saat ini. Konferensi yang berlangsung sehari diikuti unsure Pemerintahan Daerah Seluruh Indonesia, LSM, serta mahasiswa perwakilan masing-masing daerah di Seluruh Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Tata Ruang yang puncaknya diselenggarakan di Kota Denpasar. Peserta yang mengikuti kegiatan ini menurut Joessair Lubis berjumlah 170 orang.