JALAN KAMBOJA UNTUK KAWASAN OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN
Penataan Jalan Kamboja pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan penataan Jalan Gajah Mada dimana penataan menggunakan paving untuk pedestrian (areal pejalan kaki ), namun bedanya di Jalan kamboja tidak ada penataan bangunan. Untuk menata sepanjang jalan yang dikenal dengan sebagai kawasan pendidikan ini, Pemkot menganggarkan dana Rp. 960 Juta dari APBD 2007.
Pedestrian ini akan dibangun sepanjang 600 meter, dimulai dari simpang Jalan Kamboja-Jalan asoka sampai simpang Jalan Rampai. Pedestrian ini disetting untuk pusat olahraga, pengembangan perpustakaan, dan pengembangan informasi teknologi serta area perdagangan tradisional. Untuk mendukung pedestrian di kawasan pendidikan ini, ada kawasan yang dipakai sebgai fasilitas pendukung. Seperti sisi barat tepatnya di SD 28 Dangin Puri akan dipergunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, diman lantai I untuk ruang pameran dan bursa buku murah/bekas. Lantai II utnuk pusat perpustakaan umum dan lantai III untuk ruangan informasi teknologi.
Penataan fisik akan direncanakan mulai bulan Juli-Oktober 2007 dan tender akan dilaksankan Juni mendatang. Pemkot denpasar sedang sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat setempat. Pertemuan dengan kepala sekolah dan guru ini untuk mencari dukungan pembangunan pedestrian yang bebas dari lalu lalang kendaraan.
Perencanaan ini juga dipertimbangkan secara holistik, mengingat bila satu ruas jalan ditata akan mempengaruhi ruas jalan lain. Sehingga harus dirancang perubahan arus lalu lintas kemana pelimpahan traffic jamnya, serta koordinasi perubahan status Jaln Kamboja. Bila memungkinkan sesuai dengan usulan dewan pendidikan KOta Denpasar, sekolah membuka entry gate ke arah Jalan Gadung atau jalan Jepun.
Untuk rancangan parkir, akan dilaksanakan survei tentang supply dan demand dari kebutuhan parkir yang ada saat ini. Maka akan dipertimbangkan juga untuk mengadakan pendekatan dengan KONI agar diberikan parkir di GOR Ngurah Rai.